Langkah Sederhana

kertas daur ulang

Global warming adalah sebuah isu yang kian marak dan mendunia. Banyak diantara kita yang paham akan hal tersebut juga akan akibat dari hal tersebut namun masih saja banyak diantara kita yang tidak mau melakukan upaya kecil dalam mengatasi permasalahan ini. Sebenarnya begitu banyak hal disekitar kita, cuma hal kecil yang mampu mengurangi sedikit masalah diatas. Salah satunya adalah kesadaran pemakaian kertas. Kita sama-sama tau kalau darimanakah asalnya benda yang satu ini. Benda ini sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari tidak peduli pekerja kantoran atau seorang pelajar, siapapun. Kertas berasal dari bahan selulosa yang asalnya adalah dari kayu, darimanakah asalnya kayu? Tentu saja kayu yang dipakai bukan sekadar kayu-kayuan, melainkan kayu yang berasal dari hutan dan diolah. Nah, apakah dampak selanjutnya jika pemakaian kertas dilakukan secara besar-besaran? Banyak produksi kayu sama artinya dengan banyak pohon di hutan yang ditebang, dan tentu saja akibatnya adalah pemanasan global tersebut.

Sebagai seorang manusia sudah selayaknya kita menjaga tanah yang dianugerahkan kepada kita sebagai perwujudan rasa syukur dan terimakasih atas apa yang telah diberikan dengan menjaganya sebaik mungkin, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Hal kecil yang dapat kita lakukan ini adalah mengurangi pemakaian kertas seminimal mungkin dan seefektif mungkin. Contohnya sederhana dapat dilakukan pada mahasiswa. Jika diberikan tugas, maka sebenarnya kita dapat menggunakan tulisan yang tidak terlalu besar namun cukup bisa dibaca dan rapat. Juga dengan margin yang tidak terlalu lebar, maka satu halaman akan padat dengan isi tugas tersebut. Dalam mencetak pula, sebenarnya kita bisa menggunakan satu lembar kertas untuk dua halaman. Biasanya satu lembar hanya satu sisi halaman saja yang digunakan, dengan mencetak dua sisi (bolak-balik) maka akan menghemat kertas setengahnya. Bayangkan saja jika kita memiliki makalah sebanyak 20 halaman kemudian biasanya dicetak dengan 20 lembar halaman dengan di cetak bolak-balik maka hanya akan memakan 10 lembar kertas, ini artinya menghemat 10 kertas dan 10 kertas yang dihemat adalah dari 1 orang, bayangkan jika satu kelas berisi 25 orang maka akan hemat 250 kertas. Jika 1 universitas berapa rim kertas yang terselamatkan? dan jika di satu negara ada berapa banyak universitas, maka berapa pohon yang sebenarnya dapat terselamatkan? Lagipula makalah yang dikumpulkan tersebut belum tentu jelas arahnya, misalnya tidak dibukukan atau di simpan. Biasanya hanya akan berakhir pada tong sampah, tukang loak, dan sebagainya.

Hal ini sebenarnya tidak hanya berlaku bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas saja. Penting juga diperhatikan dari semua kalangan, baik pekerja kantoran, buruh, pegawai, guru, dosen, tua, muda, segala usia. Namun dalam hal ini dosen memiliki peran penting dalam pembahasan ini berkaitan dengan tugas yang diberikan kepada para mahasiwanya. Hal ini karena jika mahasiswa kreatif dengan hal diatas namun dosen tidak mengijinkan hal tersebut, sama saja percuma. Contoh mudahnya adalah begini : ada sebuah cerita dari mahasiswa yang sedang konsultasi skripsi dan membawa bahan yang didapatkannya dengan dicetak beberapa lembar. Namun ketika proses konsultasi terjadi, banyak tulisan yang dicoret oleh dosen dan mengakibatkan sang mahasiswa harus mengganti ulang cetakan tersebut. Bukankah kertas yang tercoret tersebut tidak ada nilainya lagi dan harus dibuang? Sedangkan proses konsultasi skripsi tidak hanya hitungan jari namun bisa berkali-kali. Jika banyak kertas yang tercoret dan terbuang, berapa banyak kertas yang dihabiskan oleh hanya seorang mahasiswa? Lalu mengapa dosen tidak mengambil langkah kebijaksanaan saja dengan meminta softfile dan mengkoreksinya. Jika terjadi kesalahan tinggal hapus saja atau beri tanda garis atau warna merah. Sangat sederhana namun berdampak besar.

Di era yang sudah maju atau sangat maju ini sebenarnya kertas sudah bukan jamannya lagi untuk digunakan, banyak meda seperti media internet sebenarnya lebih efektif untuk menyimpan hasil kreatifitas yang kita buat. Misalnya menyimpan makalah dalam bentuk softfile, atau tulisan di blog, dan sebagainya. Dengan media tersebut maka tidak akan takut terjadi kerusakan tentang materi apa yang tersimpan, selain itu hasil karya tersebut tidak akan usang dimakan ngengat, jamur, basah, kotor, dan sebagainya.

Semoga tulisan ini bermanfaat, tentu saja akan banyak pro dan kontra. Namun hal tidak biasa ini jika dilakukan akan besar manfaatnya.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: